Monday, May 28, 2012

Love for Books

Hello people, what's up? I've been very busy nowadays preparing this and that for my upcoming wedding. I am really hoping that everything will be set up before July ends because I have plan to back to my home town for a while. Well, actually it's my mom's idea; she thinks home is the best place to gain my weight... which I should agree after all (she's have been crazy about me gaining my weight so I will look good in my wedding gown. Err...).

You know I haven't post regularly here on Monday, the day which I have declared as 'the day to post about my dream'. But today is Monday so I'll share another dreams that I will reach, sooner or later!

I've been known as a bookworm since I was a kid. My mom is working in a school library and she used to bring back some books for me. One of my favourite memories in my childhood was when it came to school holiday. My mom will take me and my brother to her work, where I and my brother spent time reading various books and comics from 7 AM to 12 PM. Sometimes I begged her to take me again after lunch.

My partner is same as crazy as I am in this bookworm thingy :) This is his pic in Kampung Ilmu,Surabaya; place where you can get second hand books

The newspaper also delivered to our house. Because we were living outside Java, the Kompas and Jawa Pos arrived in the afternoon. We used to kill the time while waiting Maghrib by reading newspaper. Oh it was a common things to see me or my brother fight over to my dad about I-pick-this-newpaper-first-so-I-get-the-first-turn-to-read-it :)

This bookworm genes was come from my parents. My dad hadn't so much money when he was young so he didn't have much books collection. But nobody will argue about his love for books now! And my mom, her father-my grandpa, have a huge collection of books since he was young, that will make you drooling over. Everything still neatly arranged and in a good condition until now. In his old, he still spend time by reading and regularly buying books, that's my grandpa :)

So you see... reading a lot of books will make you think about you write any of them someday. I think become an author is the coolest profession human can ask. You may can't be both a pilot and doctor, but you can be a pilot who write and doctor who also an author :) And since my bachelor degree is from Visual Communication Design, what will be more coolest thing than write, illustrate, and making your own cover of book? Nothing, my mate, nothing!

So, I guess after designing some book cover, it's time to take further step in doing what is inside not just outside :)

You have to promise that you'll get my copy of book soon it was published, yes, fellas ? :D


See you very soon! xoxoxo



Saturday, May 26, 2012

The 'It' Issue

I've been release my breath for a while since I almost done with my Final Project. Yeah, almost, since the score hasn't been out. For a while because I was soon started become busy as a bee preparing my big day that will be held this year, Insha Allah :). It's a tough job, since I am a perfectionist and sometimes a control freak (euh), but same as my Final Project, it's the path that I have chosen by my own and I promised to myself that I'll be enjoy it, every single bit :)

More or less, I've been inspired by Mbak Anggi in her blog, www.lovejournal.widjanarti.com which she shared her wedding preparation, in detail, if I may add. I found the blog is very helpful and I learn a lot of tips from her about how to choose the right vendor, deal with them, matching between our wishes and budget (this won't be a problem if you have unlimited budget hehe..) et cetera et cetera. But one thing that touch my heart the most is how we are connected. How in this era, I've been feeling very thankful to the internet to let us shared the same feeling; enthusiasm, worries; facing our big day. I never know Mbak Anggi in real life, and so I think about most of her readers, but reading her stories made me feel that I have a friend who I can learn on from her experience. Ah, thank's to internet founder :)

And for that, I was thinking about the idea of sharing my wedding preparation process. I found Mbak Anggi's blog is really helpful for a bride-to-be like me (and yous, maybe) and I turned out with the idea that I wanna help others, ones like me, who lives in this century when you hope you can get almost answers by googling, or simply the ones who are too busy, or perfectionist,who hope themselves can hear all the reviews before choosing any vendor, for example. I wanna help others, like what Mbak Anggi's blog have done to me :)

But still, I need to compile all my courages to write sort of it... Because honestly wedding, despite all the babblings I have told you here or in real life, is still a big secret that part of my heart (maybe the biggest one) wanna keep it until the very end. Well, we see... Afterall I still can write such a review or post story instead of step by step diary :))

Oh yeah, just fyi Mbak Anggi is living in Jakarta. I found it's quite hard to find such a blog written by Surabayan blogger. I found one, not as detail as Mbak Anggi's, but still worth to click, own by Mbak Ocha who turned out my ex-junior in college eldest sister, Kiza. Now the thank you goes to Google :))

So...I guess I'll see you very soon. Kisses!

Friday, May 25, 2012

Flipped

I'm using bahasa Indonesia, peeps :)

Saya ingat tahun 2007 pertama kali saya menulis blog. Saya lupa tanggal dan bulan pastinya (saya belum mengecek di postingan pertama, mungkin sekitar Oktober 2007). Yang masih jelas teringat adalah alasan saya menulis blog. Salah seorang senior saya baik di jurusan maupun di ITS Online-lah yang membuat saya akhirnya mulai menulis diary online ini; Mas Ayos Purwoaji. Beliau terlebih dahulu menulis blog dan memprovokasi saya untuk menulis juga. Saat itu walaupun belum melihat blognya secara langsung, saya langsung tertarik dengan ide menulis diary secara online. Terlebih saat saya akhirnya melihat blog beliau, makinlah saya bersemangat untuk menulis blog.

Di awal-awal saya menulis Mas Ayos jugalah yang rajin memberi komen, se-cemen apapun postingan saya. Hal itu membuat saya terus menulis karena merasa ‘ada yang membaca tulisan saya’. Belakangan saya belajar bahwa cara Mas Ayos yang seperti itulah yang membuat saya tidak mutung menulis di awal-awal. Pada saat yang krusial, beliau memberikan pondasi yang kuat pada saya agar terus menulis.
Di kemudian hari Mas Ayos semakin jarang memberikan komen, tetapi pada saat itu saya sudah sampai fase di mana saya menulis bukan untuk dibaca orang lain, tetapi lebih ke pemenuhan kebutuhan batin *tsahh...* Namun bantuan Mas Ayos di masa-masa awal itu tidak akan saya lupa :') Makaci eaaa Mas Ayos..:D

Awal menulis saya menulis menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian samapai pada suatu titik saya mulai membaca blog mereka yang berbahasa Inggris. Blog-blog awal yang saya baca antara lain milik Alanda Kariza, Cassey dan Mbak Nani Puspasari. Betapa kerennya, pikir saya, bisa menulis lancar dalam bahasa Inggris. Saya pun kepengen. Kemudian saya bertekad untuk bisa lancar menulis dalam bahasa Inggris. Caranya? Dengan menuliskan setiap postingan dalam bahasa Inggris. Full.

Sungguh saya pasti tidak berani membaca tulisan saya lagi jaman itu. Untk menulis satu postingan bisa menghabiskan waktu sehari, dengan kamus tergenggam di tangan. Saya ingat masa-masa itu saya suka mau menangis. Ampun menulis aja kok susah. Kenapa niatnya curhat aja kok dibikin susah banget kudu bahasa Inggrisan, pikira negatif saya kala itu (waktu itu istilah galau belum dikenal). Tapi saya memaksa diri saya untuk terus menerus menulis. Belakangan, abang saya yang lain di ITS Online, Mas Arif Hidayat (yaopo kabarmu, mas?) memperkenalkan saya pada kamus online pertama saya,www.kamusorisinil.com, yang membuat saya tidak harus membawa kamus hardcover ke mana-mana. Selanjutnya, perlahan tapi pasti menulis bahasa Inggris menjadi sebuah kewajiban yang dijalani dengan tidak berat hati.

Ketika melihat ke belakang saya masih mengagumi semangat saya saat itu. Tanpa saya sadari, sekarang saya bisa menulis bahasa Inggris dengan lebih mengalir.Saya tidak bilang bahasa Inggris saya buaguuss, tapi jelas saya meningkat cukup pesat dibandingkan awal kuliah dulu hehe... Apa jadinya bila dulu saya tidak ‘iri’ melihat mereka yang menulis blog dalam bahasa Inggris? Saya tidak tahu. Bisa jadi hari ini saya masih stress setiap disuruh menuliskan artikel dalam bahasa Inggris :p

Saya merasa sedikit banyak keinginan saya sudah tercapai. Ya, saya bisa menulis blog dalam bahasa Inggris dengan kualitas yang mencukupi (ini sih subjektif saya... gimana menurut Anda? :p). Di sisi lain, kini ada hal lain yang lebih menggelitik. Ketika saya memutuskan untuk menulis every single post dalam bahasa Inggris, ada yang saya korbankan. Apa itu? Kemampuan merangkai kata-kata indah dalam bahasa Indonesia. Saya bahkan mulai merasa tersaingi (dalam artian positif, kompetisi itu perlu :p ) oleh partner saya sendiri yang punya blog yang dia isi dengan small inspiring things he found in daily life. Blognya ciamik, gaya menulisnya asyik. Saya sampe heran sendiri, ini orang mantan jurnalis yang jam terbangnya diragukan, tidak pernah belajar menulis secara khusus, mentok-mentok nulis laporan Tugas Akhir (yang omong-omong, tipis) tapi sungguh tata bahasanya benar, runtut, gaya berceritanyanya pun mengagumkan. Belum pilihan temanya yang selalu bikin saya ngerasa ‘ih iya banget, kok gue ga perna kepikiran nulis ya?’.  Lalu bagaimana bisa saya yang hampir empat tahun jadi jurnalis, (dulunya) sering juara lomba menulis sekarang bisa-bisanya ngeper melihat tulisannya? Sungguh membuat isin (malu, bahasa jawa).

Dari situ saya berpikir bahwa praktis setelah lulus SMA saya tidak punya (atau tidak menyisihkan) waktu untuk menulis dalam bahasa Indonesia seperti yang saya lakukan dulu. Saya tidak pernah ikut lomba apa-apa lagi. Saya memang menulis artikel berita untuk websitekKampus saya secara rutin mungkin sekitar dua tahun pertama masa kuliah saya, tetapi harus kita akui itu beda karena prinsipnya menulis hot news, apalagi buat media website, adalah singkat dan lugas. Mungkin lain bila saya rajin menulis opini, yang pada kenyataannya tidak juga. Saya lebih suka ngoceh di blog saya yang omong-omong saya treatment full English.

Dan pelan-pelan saya sadar bahwa saya bukan lagi that one yang tidak punya problem untuk menuliskan artikel 500 halaman dalam tempo setengah jam lantas menang lomba.

Kemampuan menulis seperti pisau yang akan tumpul kalau tidak dilatih, seseorang pernah mengatakan hal itu pada saya. Dan saya akui, saya sedih menghadapi fakta bahwa itu sedang terjadi pada diri saya.

Pada akhirnya waktu yang saya sisishkan untuk menulis rutin dalam empat tahun ke belakang ini mungkin sebagian besar beriorientasi pada kemampuan meningkatkan bahasa Inggris saya. Tidak ada penyesalan, tentu, karena saya mendapatkan banyak sekali selama proses yang saya jalani selama ini. Namun ini adalah titik di mana saya harus mengevaluasi diri, mencoret target yang sudah terlampaui dan mengejar target lain yang masih tertinngal. Saya putuskan mulai saat ini blog ini akan berisi dua bahasa secara seimbang, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Harapannya, saya juga akan menulis lebih rutin karena keberhasilan bukan proses semalam tapi hasil kerja keras yang terus menerus alias rutin.

Terima kasih secara khusus buat Anda yang suka mengintip tulisan saya, mudah-mudahan ada sesuatu yang didapat dari tulisan saya ini :) Terima kasihjuga untuk MasnyaMisstyzha yang banyak melalukan hal sederhana tetapi dalam kesederhanaan itu justru menginspirasi saya :)
Sampai ketemu di postingan berikutnya! English or Bahasa Indonesia? We’ll see :)

*cium basah xxxx*